Penokohan
1. Nj. Djajabrata- Isteri Djajabrata
- Suka ikut campur urusan orang lain
- Mencintai suaminya
2. Nj. Karjono
- Isteri Karjono
- Lembut
- Baik hati, suka menolong
- Bijaksana
- Memilki suara merdu
- Sangat Mencintai suaminya
3. Nj. Satrio
- Isteri Satrio, seorang saudagar terkenal dan kaya
- Suka turut campur urusan orang lain
- Mencintai suaminya
4. Perempuan
- Pelupa
- Terbuka
5. Anak
- Anak Karjono
- Pintar
- Ramah
- Punya cita-cita ingin jadi Kumicho
6. Karjono
- Seorang kumicho
- Giat bekerja mengabdi untuk masyarakat umum
- Orangnya romantis
- Mencintai isteri dan anaknya
- Bijaksana
7. Gajadi
- Petani besar yang terpelajar
- Berpendidikan (pintar)
- Bijaksana
- Sopan
- Ramah
- Pandai berfilsafat
8. Murniati
- Pegawai salah satu kantor
- Senang berteman dengan orang ternama atau terkenal dan terpandang
- Suka merendahkan laki-laki
- Jatuh cinta pada Gajadi
- Dijuluki Si Hantu Perempuan
9. Djajabrata
- Tetangga Karjono
- Kurang setia
- Senang dengan Murni
10. Striohardjo
- Saudagar kaya dan ternama
- Suka dengan Murniati dan ingin menjadikannya isterinya
- Tidak setia
11. Darmobroto
- Sepupu Murniati
- Terpelajar
- Senang berfilsafat
- Sahabat Gajadi
- Sering menasehati Murniati
12. Babu
- Pembantu Murniati
13. Subroto
- Pemuda yang mencintai Murniati
- Setia
- Seorang Pelaut
- Sopan
Latar waktu
- Zaman pendudukan Jepang di Indonesia
- Dibuktikan dengan adanya kata-kata komicho yaitu merupakan sistem aparat desa bentukan Jepang atau setingkat RT saat ini
Latar tempat
- Di sebuah pekarangan
- Di sebuah beranda rumah Karjono
- Di pekarangan Karjono
- Di rumah Murniati
Alur
- Dalam drama Jinak-Jinak merpati ini digunakan alur lurus.
- Seluruh rangkaian peristiwanya disajikan secara runtut, tidak terdapat flashback.
Kesimpulan
- Drama Jinak-jinak Merpati ini merupakan drama empat babak yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang mencoba mencari tambatan hati, mencari cinta sejati. Namun kelompok kami hanya membahas bagian satu dan dua.
- Pada bagian pertama menceritakan tentang perguncingan para isteri yang merasa terganggu dengan sikap seorang perempuan yang diberi julukan Hantu Perempuan. Diawali dengan Nyonya Djajabrata yang menceritakan perihal Tuan Satrio yang mendatngi Murniati Si Hantu Perempuan pada Nyonya Karjono dan bermaksud menceritakan pada nyonya Satrio tapi dilarang oleh Nyonya Karjono. Adegan berikutnya berisi tentang Nyonya Satrio yang menceritakan tentang Tuan Djajabrata yang bertandang ke tempat Murniati dan bermaksud menceritakannya pada Nyonya Djayabrata tapi juga dilarang oleh Nyonya Karjono. Namun pada adegan selanjutnya, akhirnya mereka saling tahu tentang kelakuan suami mereka. Ternyata suami mereka tidak istimewa. Sama saja dengan lelaki lain yang terpikat oleh Hantu Perempuan.
- Pada babak pertama ini mulai muncul konflik yaitu konflik antara para nyonya dengan Hantu Perempuan yaitu Murniatai. Mereka merasa terganggu dengan dikap Murni. Mereka merasa resah jika Murni terus saja didiamkan dan akan mengganggu suami-suami mereka.
- Pada bgian ini juga muncul Gajadi adik Nyonya karjono yang nantinya menjadi dambaan hati Murniati namun diakhir drama atau babak keempat Murni melepaskan Gajadi (akan dibahas oleh kelompok berikutnya).
- Pada bagian dua menceritakan tentang bagaimana Murniati menerima dan memperlakukan para suami dan lelaki yang datang padanya. Pada bagian terlihat motif sesungguhnya Murniati menerima para lelaki di rumahnya. Sesungguhnya Murniati hanya ingin berteman dengan orang ternama. Orang yang terkenal. Terbukti dengan penolakannya terhadap Tuan Satrio yang ingin meminangnya. Dia mengatakan bahwa dia bukan barang yang bisa dibeli dengan harta. Dia pada akhirnya menambatkan hatinya pada Gajadi yang mampu meluluhkan hatinya dengan sikap dan perkataanya dan menolak Subroto seorang pelaut yang bermaksud menikahinya.
- Drama ini mengangkat tentang kehidupan sosial yang ada dalam masyarakat yang cukup popular sejak zaman dulu hingga sekarang yaitu tentang cinta yang didalamnya terdapat ketulusan, pengorbanan, dan juga perselingkuhan.
- Dalam naskah drama ini banyak menggunakan kalimat yang mengandung unsur filsafat. Misalnya kita bisa melihat dari perkataan-perkataan Darmo yang berusaha menasehati Murniati maupun bagaimana Gajadi berdebat dengan Murniati dengan mengibaratkan hidup seseorang dengan padi yang menguning.
- Judul drama Jinak-Jinak Merpati sendiri memaknai cinta Murniati. Dia ramah dan manis serta menarik hati lelaki, tetapi begitu didekati dan mau ditangkap (dijadikan pendamping) dia terbang pergi menjauh seperti burung merpati yang indah. Sukar untuk mendapatkan cintanya.
ada naskah dramanya g? postkan dong!
BalasHapus